Minggu, 09 Desember 2012

Perbaikan Kelas XI IPA



SOAL PERBAIKAN IMIA KELAS XI IPA

1.       Diketahui suatu unsure X mempunyai nomer atom 24. Tentukan:
      a. Konfigurasi electron stabilnya 
            b.  Ke-4 bilangan kuantum dari electron terakhirnya
      c. Letak golongan dan periodenya dari unsure X dalam system periodic

2.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan 
            a.  Ikatan hydrogen?
     b. Apa pengaruhnya senyawa yang mempunyaii ikatan hydrogen dibanding dengan senyawa yang tidak mempunyai ikatan hydrogen?

3.       Diketahui:
ΔHf°C2H2(g)= + 227 kJ/mol
ΔHf°CO2(g) = –394 kJ/mol
ΔHf°H2O(l) = –286 kJ/mol
Hitunglah besarnya perubahan entalpi pada pembakaran 1.000 kg gas asetilena(C2H2, ArC = 12 dan H = 1) sesuai reaksi: C2H2(g)+ CO2(g) ==> O2(g)+ H2O(l)  (belum setara)

4.       Diketahui energi ikatan:
C – C = 348 kJ/mol                    H – H = 436 kJ/mol
C – H = 415 kJ/mol                   C – O = 356 kJ/mol
C = O = 724 kJ/mol                   O – H = 463 kJ/mol
Hitunglah besarnya ΔH pada reaksi:                
CH3 – CH2 – CH2 – HC=O  +  H-H  ==> CH3 – CH2 – CH2 – H2C – O – H

5.       Diketahui Reaksi : 2NO2(g) + Br2(g) ==> 2NOBr(g)
diperoleh data


Perc obaan
[NO2] M
[Br2] M
Laju[M/dt]
1
0,1
0,05
6
2
0,1
0,1
12
3
0,1
0,2
24
4
0,2
0,05
24
5
0,3
0,05
54

Tentukan :
a. Orde NO2                                                      
b.  Orde Br2                                             
c.  Persamaan laju reaksi                                                  
c. Harga K                                               
d. Harga laju jika [NO2]=0,3M dan [Br2]=0,2M

6.       Laju reaksi dari suatu reaksi tertentu menjadi dua kali lipat setiap kenaikan suhu 10 °C. Suatu reaksi berlangsung pada suhu 30 °C. tentukan laju reaksi ika suhu ditingkatkan menjadi 100 °C !





Jumat, 07 Desember 2012

Sambiloto untuk Obat

Penggunaan Untuk Obat :


1. Tifoid
Daun sambiloto segar sebanyak 10 - 15 lembar direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

2. Disentri basiler, diare, radang saluran napas, radang paru
Herba kering sebanyak 9 - 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Air rebusannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

3. Disentri
Herba krokot segar (Portulaca oleracea) sebanyak 500 g diuapkan selama 3 - 4 menit, lalu ditumbuk dan diperas. Air perasan yang terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto sebanyak 10 gram sambil diaduk. Campuran tersebut lalu diminum, sehari 3 kali masing-masing 1/3 bagian.

4. Influenza, sakit kepala, demam
Bubuk kering sambiloto sebanyak 1 g diseduh dengan cangkir air panas. Setelah dingin diminum sekaligus, Lakukan 3 - 4 kali sehari.

5. Demam
Daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam ditumbuk. Tambahkan 1/2 cangkir air bersih, saring lalu minum sekaligus. Daun segar yang digiling halus juga bisa digunakan sebagai tapal badan yang panas.

6. TB paru
Daun sambiloto kering digiling menjadi bubuk. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk rata lalu dibuat pil dengan diameter 0,5 cm. Pil ini Ialu diminum dengan air matang. Sehari 2 - 3 kali, setiap kali minum 15 - 30 pil.

7. Batuk rejan (pertusis), darah tinggi
Daun sambiloto segar sebanyak 5 - 7 lembar diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk. Setelah dingin minum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.

8. Radang paru, radang mulut, tonsilitis
Bubuk kering herba sambiloto sebanyak 3 - 4,5 g diseduh dengan air panas. Setelah dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus.

9. Faringitis
Herba sambiloto segar sebanyak 9 g dicuci lalu dibilas dengan air matang. Bahan tersebut lalu dikunyah dan aimya ditelan.

10. Hidung berlendir (rinorea), infeksi telinga tengah (OMA), sakit gigi
Herba sambiloto segar sebanyak 9 - 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari @ 1/2 gelas. Untuk OMA, herba segar dicuci lalu digiling halus dan diperas. Airnya digunakan untuk tetes telinga.

11. Kencing manis
Daun sambiloto segar sebanyak 1/2 genggam dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sehabis makan, 3 kali sehari @ 3/4 gelas.

12. Kencing nanah
Sebanyak 3 tangkai sambiloto utuh dicuci lalu direbus dengan 4 gelas minum air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum dengan madu seperlunya, 3 kali sehari sebanyak 3/4 gelas.

13. Digigit ular berbisa
a. Daun sambiloto segar dicuci lalu digiling halus bersama dengan tembakau.(rokok). Turapkan pada luka lalu dibalut. Untuk minumnya, daun sambiloto segar sebanyak 9 -.15 g direbus, minum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

b. Herba sambiloto segar secukupnya dikunyah beberapa lama, kemudian air ludahnya ditelan dan ampas kunyahannya diletakkan pada luka Ialu dibalut.

14. Kudis
Daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam dan sedikit belerang ditumbuk bersama-sama sampai halus dan rata. Balurkan pada tempat yang sakit. Untuk minumnya, 7 lembar daun sambiloto dan 5 lembar daun sendok (Plantago mayor L.), semuanya bahan segar, direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum setelah dingin.

Senin, 03 Desember 2012

Manfaat Temulawak


1.Memperbaiki nafsu makan

Masyarakat Indonesia secara turun temurun telah menggunakan temulawak untuk memperbaiki nafsu makan. Secara pra kilinik dan klinik ditemukan bahwa rimpang temulawak dapat meningkatkan / memperbaiki nafsu makan. Manfaat ini berkaitan dengan efek minyak atsirinya yang bersifat karminativum.
Pemakaian dan dosis : rata-rata sehari 2 gram rimpang kering. Panasi rimpang dengan air suhu 90 derajat selama 15 menit. Disaring, minum 2-3 kali sehari di antara waktu makan.

2. Memperbaiki fungsi pencernaan
Secara pra klinik ditemukan bahwa serbuk rimpang dapat meningkatkan aktivitas dalam cairan lambung sehingga membantu metabolisme dan mengurangi kontraksi usus halus.
Pemakaian seperti di atas : 2 gram rimpang kering atau 8 gram temulawak segar, yang dibuat dengan cara di atas

3.Memelihara kesehatan fungsi hati
Aktiv
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_ajWdbVucxbrdEiIkMs4MSXcK0-ekuwQtDLTHmVtkIY3RnhofF6nfLAbCQ1JSr6F3dDUOdSXBjx_wFKqrvanasNYK7OKMXgMq-eRa2p3E5nzVSwClxtfXigKlmnjaQnYNcrT8p0sXgFoU/s200/temulawak.jpgitas temulawak yang berkaitan dengan fungsi hati berkaitan dengan aktivitas kolagoganya, yaitu meningkatkan produksi empedu dalam hati dan merangsang pengosongan kandung empedu. Temulawak juga dapat mengurangi aktivitas enzim glutamate oksaloasetat transaminase (GOT) serta menurunkan aktivitas enzim glutamate piruvat transaminase (GPT) baik, secara pra klinik in vitro dan in vivo maupun secara klinik. Hasil uji klinik menunjukkan bahwa dosis yang digunakan untuk memperoleh manfaat menurunkan kadar SGOT dan SGPT adalah 15-30 mg kurkumin.

4. Mengurangi nyeri dan radang sendi
Kurkumin yang terkandung dalam temulawak mempunyai aktivitas antiradang yang setara dengan 100 mg fenilbutazon yang dapat mengurangi nyeri dan radang sendi. Dicapai melalui penghambatan migrasi sel-sel leukosit ke daerah radang atau melalui penghambatan pembentukan serta transportasi mediator radang yaitu prostagladin. Dari hasil uji klinik menunjukkan adanya perbaikan pada penderita radang sendi. Dosis yang digunakan uji klinik adalah 400-1200 mg per hari.

5. Menurunkan lemak darah
Hasil uji praklinik dan klinik menunjukkan bahwa ekstrak temulawak dan fraksi kurkuminoidnya dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida dan meningkatkan kadar HDL kolesterol. Komponen yang diduga berperan dalam menurunkan lemak darah adalah kurkuminoid. JIka tidak dinyatakan lain, dosis yang dianjurkan adalah 25-50 gram
simplisia kering yang dididihkan pada 200 ml air, hingga tersisa 100 ml. Air rebusan disaring dan diminum pagi dan sore.

6. Sebagai antioksidan dan membantu pemeliharaan kesehatan.

Kurkumin bekerja sebagai antioksidan karena mampu menangkap radikal-radikal bebas oksigen seperti anion superoksid, dan radikal hidroksil sehingga membantu memelihara kesehatan. Gunakan ekstrak kering temulawak , minum 3 kali sehari, tiap kali lebih kurang 250 -500 mg.

7.Membantu menghambat penggumpalan darah.
Kurkumin dari temulawak dapat membantu menghambat penggumpalan darah dengan cara menghambat pembentukan tromboksan B-2, suatu senyawa yang berperan dalam proses penggumpalan darah. Dosis : ekstrak kering temulawak, minum 3x sehari. Setiap minum 250 - 600 mg.

Perhatian :

Walaupun secara umum temulawak aman dikonsumsi, ada beberapa kondisi yang memerlukan pertimbangan dokter/ ahli medis saat hendak mengonsumsi temulawak. Yaitu :
- Misalnya adanya penyumbatan saluran enpedu atau batu empedu., karena temulawak bekerja merangsang fungsi saluran empedu.
- Perhatian bila mengonsumsi temulawak bersama obat pengencer darah yang dapat menyebabkan perdarahan,
atau bersama tanaman lain yang mengandung kurkuminoid, misalnya kunyit, karena dapat terjadi kelebihan dosis.