Rabu, 13 Maret 2013

SALJU TURUN DI ARAB



FENOMENA TURUNNYA SALJU DI GURUN ARAB SUDAH DI NUBUATKAN DALAM HADIST RASULULLAH
1400 THN LALU

DAN INI TERBUKTI DI ABAD 20 INI....

“Hari Akhir tidak akan datang kepada kita smpai dataran Arab sekali lagi mnjadi dataran brpadang rumput dan dipenuhi dgn sungai-sungai” (HR. Muslim)

SESUATU yg janggal trjadi Rabu (9/1/2013) di Arab Saudi. Worldbulletin mnurunkan berita bahwa Tabuk salah satu lokasi perang yg trjadi di zaman Rasulullah diguyur salju yg sngat lebat, setelah beberapa jam lamanya dihantam badai yg sngat dahsyat.

Seperti diketahui, Arab Saudi merupakan daerah gurun pasir yg sngat panas..Matahari brsinar spanjang hari..Turunnya salju mnjadi suatu fenomena alam yg langka.

Penduduk Tabuk dan juga orang-orang yg datang dari daerah lain mnikmati hujan salju yg jarang trjadi itu..Jalan-jalan terutama yg mnuju Gunung Alluz dipenuhi oleh kendaraan bermotor.

Jalan-jalan yg mngarah ke daerah gurun pasir dan pengunungan di Tabuk dijejali kendaraan dari arah kota Haql dan Bada..Hujan turun di sjumlah kota di Saudi hari Rabu..Tabuk letaknya sekitar 1500 km dari Riyad (Ibukota Arab Saudi).

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya salju turun di Tabuk. Beberapa tahun yg lalu,.Tabuk juga sudah prnah diselimuti salju dgn ketebalan mncapai 20 cm.

Sungguh, dunia ini telah smakin tua renta..Di tambah lagi dgn sikap manusia yg kian kemari terus aja mnyebarkan kerusakan. Shingga dgn adanya fenomena turunnya salju dan gurun yg mnghijau yg trjadi di jazirah Arab mnjadi sbuah peringatan dari Yg Maha Kuasa agar manusia cepat brtobat dan kembali mnjalani hidup dgn benar.

Salju telah turun di dataran Arab sbagai salah satu 10 tanda Hari Kiamat,.sbagaimana diberitakan oleh TV Arab Saudi..Rabu (9/1/2013)

Arab Saudi yg merupakan daerah gurun pasir yg sngat panas dimana matahari brsinar spanjang hari, telah trjadi suatu fenomena alam yg langka (bukan brarti tidak prnah sama sekali), yaitu dgn turunnya salju dgn lebatnya..Tepatnya di daerah Tabuk 1500 km dari Riyad (Ibukota Arab Saudi) dgn ketebalan salju mncapai 20 cm, dan di Yordania suhu mncapai titik beku (0 derajat celcius).

Ternyata tahun-tahun terakhir ini di Jazirah Arab yg notabenenya gurus pasir panas, turunnya salju ini telah sering trjadi, ttapi hal ini ditutup-tutupi atau tidak dipublikasikan scara luas agar tidak trjadi bencana kepanikan.

Ada apa gerangan dgn trjadinya fenomena alam trsebut..?
Bagi umat Islam yg telah mmahami ajaran Islam, turunnya salju di Arab Saudi ini bukan merupakan hal yg aneh,.karna hal ini telah diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yg lalu.

Ketika para sahabat mnanyakan kepada Rasulullah SAW mngenai kapan datangnya hari kiamat..Rasulullah SAW mnjawab,.bahwa pngetahuan mngenai datangnya hari kiamat hnya ada pada sisi Allah SWT.

Tetapi Allah SWT telah mmberitahukan tanda-tandanya kepada Rasulullah SAW,..antara lain sbagaimana diterangkan dalam salah satu Hadist:

“Hari Akhir tidak akan datang kepada kita smpai dataran Arab sekali lagi mnjadi dataran brpadang rumput dan dipenuhi dgn sungai-sungai” (HR. Muslim)

Dari Hadist Rasulallah SAW di atas ada beberapa informasi yg didapat:

Dahulu kala dataran/jazirah Arab prnah mnjadi padang rumput yg subur dan dipenuhi dgn sungai-sungai..Nanti, dataran Arab sekali lagi akan mnjadi padang rumput dan dipenuhi dgn sungai-sungai, sbagai salah satu tanda datangnya hari kiamat.

Jauh-jauh hari sebelum trjadinya turun salju di Arab Saudi dewasa ini sbagaimana diberitakan di atas, para ilmuan dari King Abdul Aziz University (Arab Saudi) bekerja sama dgn para ilmuan barat dan mncanegara telah melakukan penelitian ilmiah mngenai fenomena-fenomena alam yg diterangkan dalam Al-Quran dan Al-Hadist..Salah satunya mngkaji mngenai Hadist Rasulullah SAW di atas.

Kajian ini antara lain dilakukan brsama dgn seorang orientalis, Profesor Alfred Kroner, seorang ahli ilmu bumi (geologi) trkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi, Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany.

Ketika ditanyakan kepada Prof.Korner oleh para Ilmuan King Abdul Aziz sebagaimana diterangkan dalam Islam dan Sains hal. 25-26 :

Bagaimana Nabi Muhammad SAW bisa mngetahui bahwa dahulu kala jazirah/dataran Arab merupakan padang rumput yg subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai yg mengalir..?

apakah keadaan dataran Arab yg subur dahulu kala itu bisa dibuktikan scara ilmiah pada masa Nabi Muhammad SAW hidup 1400 tahun yg lalu..?

Apakah hal itu benar-benar trjadi dan dapat dibuktikan scara ilmiah dgn teknologi canggih dewasa ini...?

Prof. Korner mnjawab ya!...dahulu dataran Arab dipenuhi dgn kebun-kebun yg subur dan sunga-sungai yg mngalir, dan scara ilmiah keadaan trsebut dapat dibuktikan..Prof Korner mnjelaskan bahwa dahulu selama Era Salju (Snow Age),..kemudian Kutub Utara icebergs prlahan-lahan brgerak ke arah selatan shingga relatif brdekatan dgn Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan mnjadi salah satu daerah yg paling subur dan hijau di muka bumi..Ini merupakan fakta sains yg tidak bisa dibantah.

bagaimana Nabi Muhammad SAW dapat mngetahui juga bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan mnjadi daerah yg subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai sbagai tanda datangnya hari kiamat, padahal pada masa itu 1400 tahun yg lalu teknologinya belum mmungkinkan utk mngetahui hal trsebut dan informasi trsebut satupun tidak diterangkan baik dalam kitab-kitab trdahulu maupun dalam penelitian ilmuan-ilmuan Roma..?

Prof. Korner mnjawab dgn malu-malu.. bahwa Nabi Muhammad SAW dapat mngetahui informasi itu pasti dari ssuatu yg mngetahui betul mngenai alam ini (cuma Prof. Korner mngelak utk mngatakan scara terus terang bahwa sebenarnya informasi itu datangnya dari Tuhan, Allah SWT yg paling tahu tentang alam ini, karna Dia-lah yg telah mnciptakan dan mngaturnya).

dan apakah informasi yg dikabarkan Nabi Muhammad SAW 1400 yg lalu bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan mnjadi daerah yg subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai benar-benar akan trjadi..?

Prof Korner mnjawab dgn tegas ya!… karna sbenarnya proses itu sekarang sedang trjadi...Era Salju Baru (New Snow Age) sebenarnya telah dimulai, sekali lagi sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/brgeser perlahan-lahan ke arah selatan mndekati Semenanjung Arab...Hal ini dapat dibuktikan dgn fakta dan sains, dimana tanda-tanda itu nmpak dgn jelas di dalam badai salju yg mnghujani bagian utara Eropa dan Amerika setiap musim salju tiba.

Dan sekarang terbukti bahwa salju sering kali turun di dataran Arab sbagaimana diberitakan TV Arab Saudi..Bahkan kini di gurun Sahara pun telah mulai mnunjukkan fenomena yg mngagumkan dimana gurun pasir trsebut telah mulai hijau kmbali dgn tumbuhnya rerumputan.

Kejadian di atas merupakan salah satu bukti yg telah dijanjikan Allah SWT bahwa firman-Nya yg disampaikan dalam Al-Qur`an kepada Nabi Muhammad SAW dan Al-Hadist adalah benar datang dari Tuhan pencipta alam semesta ini, yaitu Allah SWT.

Sebagaiman firman Allah SWT:

“Al-Quran ini tidak lain hnyalah peringatan bagi semesta alam. Dan ssungguhnyakamu akan mngetahui (kebenaran) berita Al-Quran setelah beberapa waktu lagi” (QS. Shad 38: 87-88)

Wahai saudaraku, apalagi yg masih mnghalangimu utk mngagungkan Allah SWT..?

Bukankah dgn turunnya salju di Madinah dan Gurun Sahara yg mulai mnghijau kmbali tidak mmbuatmu sadar..?

Apa yg tetap aja mnjadi pnghalangmu utk terus mmperbaiki diri, sebab kesempatan itu tidak datang utk kedua kalinya...Di dunia inilah mesti banyak-banyak mmpersiapkan bekal utk kehidupan akherat nanti...

semoga bermanfaat...

Jumat, 08 Maret 2013

konspirasi darwinisme



Beberapa penelitian untuk membuktikan Dinosaurus sempat dilakukan oleh beberapa kalangan. Ensiklopedi Indonesia sempat mencatat bahwa pada 65 juta tahun yang lalu sebuah komet raksasa menabrak bumi dan menerbangkan debu begitu banyaknya sehingga langit menjadi gelap gulita selama berbulan-bulan. Konon kabarnya komet raksasa ini kemudian memunahkan Dinosaurus. Temuan ini diamini oleh Dr. Neil Tyson, Direktur Hayden Planetarium. Dalam tayanganDiscovery Channel yang berjudul “Inside The Space Station”, ia menyatakan hantaman asteroid tersebut memusnahkan 70 % dari semua spesies di bumi.
Sedangkan Prof. Michael Rampino dalam tayangan Discovery Channel yang berjudul “Catasthropic Past” menyebutkan bahwa kepunahan Dinosaurus dipicu oleh serbuan dari luar angkasa (meteor). Unsur iridium (hujan asam) yang merupakan unsur langka meteor pun banyak ditemukan di daerah bekas kawah meteor, yaitu sekitar 10 ribu kali lebih banyak dibandingkan kulit bumi yang lain. Menurutnya ini menjadi petunjuk hubungan antara meteor dengan kepunahan binatang besar tersebut.

Begitu juga dengan hasil penelitian dari pemenang nobel fisika, Luis Alvarez. Pada tahun 1980, ia pernah memimpin ekspedisi bersama anaknya Walter dan menemukan bahwa awan yang menutupi seluruh permukaan bumi telah menghalangi cahaya matahari bertahun-tahun, yang menyebabkan long winter/musim dingin yang lama dan ikut membinasakan banyak spesies yang ada.

Dari temuannya juga dijelaskan bahwa kejadian ini turut menyebabkan terbentuknya hujan asam yang menimbulkan kerusakan lingkungan lebih lanjut. Hipotesis yang menghubungkan antara keberadaan unsur iridium yang terdapat di kawah meteor dengan punahnya dinosaurus inilah yang disebut sebagai Alvarez Hipotesis.

Namun bagaimanapun hal ini masih hipotesis, Alvarez pun masih membuka peluang temuan lainnya. Karena itu, ia pun lebih menyebut hasil penelitiannya dengan sebutan “Alvarez Hipotesis”.
Yang perlu kita ketahui adalah bahwa belum pernah ditemukan fosil Dinosaurus yang utuh dari seluruh tulang-tulangnya dan membentuk kerangka tubuh yang lengkap. Bahwa kemudian beberapa media memiliki tampilan mengenai Dinosaurus hal ini lebih disebabkan spesial efek dan hasil khayalan seorang sutradara. Sebab selama ini penelitian mengenai Dinosaurus hanya menemukan tulang belulang yang sangat tidak utuh dan bahkan sudah menjadi fosil.

Sampai hari ini belum ada seorang pun yang pernah melihat dinosaurus dalam keadaan masih hidup dan utuh. Kecuali di Film Holywood Jurrasick Park, tentunya dengan insting imajinatif ala Stephen Spileberg. Bahkan sekedar tulang kerangkanya yang utuh pun belum pernah ada yang melihatnya. Yang ada hanya sepotong kecil tulang yang sudah jadi fosil. Tidak lebih.

Kejadian ini persis dengan imajinasi tentang Brontosaurus yang diciptakan salah seorang ahli fosil kenamaan dunia dan Profesor Amerika pertama dalam bidang Paleontologi Vetebrata bernama Othniel Charles Marsh (1831-1899). Hal inipun kemudian mengundang banyak kritik, karena hasil spekulasi Marsh berbuah fatal.

Para ilmuwan menemukan bahwa mereka telah menaruh fosil kepala yang salah pada fosil badan yang salah pula. Dua peneliti dari Institut Carnegie telah membuktikan bahwa tulang-tulang Brontosaurus di 5 museum utama dunia, termasuk di museum Sejarah Alam Carnegie di AS (Salah satu museum terbesar tentang Dinosaurus), telah menaruh kepala yang salah. Bahkan pada tahun 1979, dua orang Ilmuwan telah mengumumkan di media cetak bahwa deskripsi yang diberikan oleh Marsh
berdasarkan data tulang kepala Dinosaurus berleher panjang tersebut ternyata keliru.

Dalam sebuah artikel berjudul, “Scientist Claim Brontosaurus Given Wrong Head” (Pittsburgh:Associated Press, October 10, 1979), salah seorang ilmuwan menjelaskan bahwa Marsh sebenarnya mengunakan tulang kepala yang ditemukan 3 atau 4 mil jauhnya dari tulang badan Brontosaurus. Tetapi tidak ada orang yang mengetahuinya.
Marsh sendiri tidak memberitahukan hal ini dalam artikelnya. Tidak ada yang tahu apa yang menjadi alasan Marsh menutupi itu semua. Sebab memang tidak ada bukti kuat bahwa tulang kepala ini ada hubungannya dengan Brontosaurus. Hal ini kemudian diperteguh dalam sebuah laporan berjudul Marsh’s Dinosaurus yang ditulis John H. Ostrom dan John S. McIntosh (New Have, Connecticut: Yale University Press, 1966).

Alhasil kita pun juga patut waspada terhadap apa yang dikembangkan oleh ilmuwan tentang Dinosaurus, karena ilmuwan seperti Marsh saja masih keliru. Ini pun belum kita hitung dengan diskusi (yang belum kunjung usai) untuk menjawab pertanyaan bahwa apakah fosil-fosil itu murni milik Dinosaurus atau tidak.

Walhasil apakah ini konspirasi atau tidak? Wallahua’lam. Saya hanya ingin katakan bahwa ada baiknya kita belajar dari kisah rekayasa manusia Piltdown yang dikembangkan oleh kalangan Evolusionis.

Tatkala para evolusionis tak juga dapat menemukan satu fosilpun yang bisa mendukung teori mereka, mereka pun terpaksa melakukan kebohongan. Manusia Piltdown yang konon dikatakan manusia purba itu ternyata dibuat dengan memasangkan tulang rahang orang utan pada tengkorak manusia.

Kisah ini bermula pada tahun 1912 saat seorang ahli Paleontologi amatir bernama Charles Dawson mengklaim telah menemukan sebuah tulang rahang dan fragmen tengkorak di sebuah lubang dekat Piltdown, Inggris. Tulang itu mirip tulang rahang hewan namun gigi dan tengkoraknya seperti milik manusia. Spesimen ini dinamakan Manusia Piltdown dan diduga berumur 500.000 tahun.

Rekonstruksi terhadap manusia Piltdown dilakukan dan setelah dipajang di berbagai museum sebagai bukti nyata tentang teori evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun sejumlah penafsiran dan gambar pun dibuat. Banyak artikel ilmiah tentang manusia piltdown ini menyusul kemudian, termasuk 500 tesis doktor yang dilahirkan tentang penelitian tentangnya.

Namun pada tahun 1953, hasil pengujian secara menyeluruh terhadap fosil tersebut menunjukkan bukti palsuan tentang kisah manusia Piltdown. Tengkorak tersebut nyatanya berasal dari manusia yang hidup beberapa ribu tahun yang lalu, sedangkan tulang rahangnya berasal dari bangkai kera yang baru terkubur beberapa tahun. Gigi-giginya ditambahkan kemudian agar terlihat mirip manusia lalu persendiannya disumpal. Beberapa cairan kimia pun dicampurkan agar terlihat Pildown betul-betul manusia purba. Ya fosil itu diwarnai dengan potasium dokromat agar terlihat betul-betul seperti manusia pra sejarah.

Menariknya, sekalipun kebohongan Piltdown telah terungkap lebih dari 6 dekade yang lalu, banyak ilmuwan masih saja mempercayai teori Evolusi Darwin. Dalam hal ini, saya mencium misi propaganda atheisme dalam hal ini. Kita ketahui bersama di Barat, kenapa teori Evolusi Darwin masih bertahan, karena semata-mata Darwin menyetujui atheism.

Hal inilah yang dilakukan Michael Walker. Iya mendukung Darwinisme bukan karena sepakat kepada materialisme, namun semata-mata karena Teori Darwin telah mengasingkan Tuhan. Ya hampir persis dengan Teori Psikoanalisis Freud yang atheis itu. Allahua’lam

sumber:http://zilzaal.blogspot.com/2013/03/betulkah-dinosaurus-pernah-ada-di-muka.html