Kamis, 21 Juni 2012

UJIAN PRAKTIK


A.    SKL UJIAN PRAKTIKUM KIMIA

No
Judul
Materi
Kompetensi
Indicator

1
Reaksi Redoks
Reaksi Redoks dan Elektrokimia
Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dalam sistem elektrokimia yang melibatkan energi listrik dan kegunaannya dalam mencegah korosi dan dalam industry
Siswa dapat mengamati dan menentukan reaksi redoks dan reaksi bukan redoks
2
Suhu mempengaruhi laju reaksi
Laju reaksi
Menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan menyimpulkan hasilnya
Siswa dapat mengukur laju reaksi dalam berbagai temperature zat pereaksi
3
Konsentrasi mempengaruhi laju reaksi
Laju reaksi
Menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan menyimpulkan hasilnya
Siswa dapat menentukan laju reaksi dalam berbagai konsentrasi pereaksi
4
Uji daya hantar listrik
Larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
Mengidentifikasi  sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan
Siswa dapat mengamati gejala-gejala hantaran arus listrik dalam berbagai larutan
5
Titrasi
Titrasi
Menentukan konsentrasi suatu larutan dengan titrasi dengan larutan baku
Siswa dapat menentukan konsentrasi suatu larutan dengan cara titrasi
6
Uji albumin pada putih telur
Asam amino dan protein
Mendiskripsikan struktur, tata nama, klasifikasi, sifat dan kegunaan makromolekul (polimer, karbohidrat, protein
Siswa dapat mengidentifikasi adanya albumin dalam putih telur dengan pereaksi Xantoproteat


B.     JADWAL UJIAN
Ujian praktik kelas XII IPA periode 2011-2012 dilaksanakan sesuai dengan jadwal sebagai berikut:
Kelas
Tanggal Pelaksanaan
Waktu
Tempat
XII IPA 1
Sabtu, 28 Jan 2012
12.00 -  selesai
Lab Kimia
XII IPA 2
Sabtu, 21 Jan 2012
12.00 -  selesai
Lab Kimia
XII IPA 3
Sabtu, 4 Feb  2012
12.00 -  selesai
Lab Kimia
XII IPA 4
Sabtu, 11 Feb 2012
12.00 -  selesai
Lab Kimia

UJIAN PRAKTIK


A.    SKL UJIAN PRAKTIKUM KIMIA

No
Judul
Materi
Kompetensi
Indicator

1
Reaksi Redoks
Reaksi Redoks dan Elektrokimia
Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dalam sistem elektrokimia yang melibatkan energi listrik dan kegunaannya dalam mencegah korosi dan dalam industry
Siswa dapat mengamati dan menentukan reaksi redoks dan reaksi bukan redoks
2
Suhu mempengaruhi laju reaksi
Laju reaksi
Menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan menyimpulkan hasilnya
Siswa dapat mengukur laju reaksi dalam berbagai temperature zat pereaksi
3
Konsentrasi mempengaruhi laju reaksi
Laju reaksi
Menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan menyimpulkan hasilnya
Siswa dapat menentukan laju reaksi dalam berbagai konsentrasi pereaksi
4
Uji daya hantar listrik
Larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
Mengidentifikasi  sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan
Siswa dapat mengamati gejala-gejala hantaran arus listrik dalam berbagai larutan
5
Titrasi
Titrasi
Menentukan konsentrasi suatu larutan dengan titrasi dengan larutan baku
Siswa dapat menentukan konsentrasi suatu larutan dengan cara titrasi
6
Uji albumin pada putih telur
Asam amino dan protein
Mendiskripsikan struktur, tata nama, klasifikasi, sifat dan kegunaan makromolekul (polimer, karbohidrat, protein
Siswa dapat mengidentifikasi adanya albumin dalam putih telur dengan pereaksi Xantoproteat


B.     JADWAL UJIAN
Ujian praktik kelas XII IPA periode 2011-2012 dilaksanakan sesuai dengan jadwal sebagai berikut:
Kelas
Tanggal Pelaksanaan
Waktu
Tempat
XII IPA 1
Sabtu, 28 Jan 2012
12.00 -  selesai
Lab Kimia
XII IPA 2
Sabtu, 21 Jan 2012
12.00 -  selesai
Lab Kimia
XII IPA 3
Sabtu, 4 Feb  2012
12.00 -  selesai
Lab Kimia
XII IPA 4
Sabtu, 11 Feb 2012
12.00 -  selesai
Lab Kimia

Pakar Yunani Kuno vs Pakar Muslim di Bidang Ilmu-Ilmu Eksakta

Matematika bangsa Yunani Kuno terbentuk dari bahan-bahan tradisi bangsa-bangsa Sumaria, Babilonia dan Mesir Kuno, demikian pula halnya Ilmu Pengetahuan Alam/sains, yang asasnya hanya pada observasi saja. Ilmu Ukur diperkembang oleh pakar Yunani Kuno secara sistematis, dan mencapai puncak kemajuannya dalam zaman Euclid.

Namun dalam bidang matematika yang lain yaitu ilmu hitung, tidak memperolah kemajuan. Tidak ada pertambahan operasi, tetap hanya menambah, mengurang, mengali dan membagi saja. Dengan demikian mereka itu hanya tetap berkisar dalam bilangan rasional saja. Hal ini membawa akibat yang parah, ilmu hitung tidak dapat mengikuti perkembangan ilmu ukur, sehingga ilmu ukur itu berjalan sendiri tanpa dukungan ilmu hitung. Ada beberapa bagian dari Dialogue Plato (427 - 347 SM) yang menunjukkan pemisahan itu mencapai puncaknya, artinya keduanya sudah terpisah sama sekali dalam zaman Euclid.



Alhasil matematika di tangan bangsa Yunani Kuno pecah dua dalam pengertian yang sebenar-benarnya. Ilmu ukur maju melesat ke depan meninggalkan ilmu hitung jauh di belakang. Dengan demikian matematika di zaman Yunani kuno tidak mungkin dapat dipakai untuk menunjang sains/ilmu pengetahuan alam dalam hal mengujicoba hasil penafsiran alam, sehingga sains hanya terpaku pada teori yang sifatnya spekulatif. Maka asas Pendekatan Ilmiyah di zaman Yunani Kuno terhenti hanya sampai penafsiran saja sebagai tahap lanjut dari observasi.

***

Para Pakar Muslim kuno di zaman keemasan Islam (abad 7 sampai abad 13 Miladiyah) berhasil memperkembang ilmu ukur menjadi ilmu ukur sudut dan ilmu ukur bola seperti yang kita kenal sekarang ini. Al Battani (858 - 929) mengganti busur dengan sinus, mempergunakan tangen dan kotangen. Abu ‘lWafa (940 - 997) mendapatkan metode baru untuk membuat tabel sinus, memperkenalkan sekan dan kosekan.

Operasi dalam ilmu hitung diperlengkap dengan operasi akar dan logaritme sebagai lawan pangkat. Dengan demikian ruang lingkup bilangan menjadi lebih luas, yaitu bilangan irrasional dan imajiner. Kata-kata logaritme dan algorism berasal dari nama orang yang mendapatkannya yaitu Al Khawarismi (780 - 850).

Di tangan para pakar Muslim itu cabang-cabang matematika yaitu itu ilmu hitung dan ilmu ukur diperkembang kemudian dijalin menjadi utuh tidak terlepas seperti dalam keadaannya di tangan para pakar Yunani Kuno tersebut. Maka menjadilah matematika itu sebagai disiplin ilmu yang menunjang metode ujicoba dalam sains. Alhasil kebudayaan Islam (maksudnya kebudayaan yang diisi oleh nilai-nilai non-historis, yaitu wahyu) dapat menyumbangkan metode ujicoba yang memungkinkan lahirnya Ilmu Pengetahuan seperti yang kita miliki sekarang ini.

Yang ideal bagi orang-orang Yunani Kuno adalah keindahan visual. Inilah yang menjadi landasan ideologi mereka. Keindahan yang berasaskan perbandingan yang dinyatakan oleh hubungan angka-angka yang tetap. Wajah manusia, patung, atau bentuk arsitektur, bahkan drama harus mempunyai perbandingan-perbandingan tetap di antara bagian-bagiannya supaya indah. Keluar dari hubungan angka-angka perbandingan itu mengakibatkan sesuatu itu “rusak” bentuknya sehingga tidak menjadi indah lagi. Pola pemikiran ini menghasilkan pandangan bahwa alam semesta ini merupakan kesatuan yang statis, oleh karena bagian-bagian dari alam smesta ini harus mempunyai perbandingan yang dinyatakan oleh hubungan angka-angka yang tetap. Alhasil, pengertian waktu bukanlah hal yang perlu mendapat perhatian, oleh karena alam semesta ini statis. Bahkan menurut Zeno dan Plato waktu adalah sesuatu yang tidak-nyata (unreal). Maka dapatlah kita mengerti apabila para pakar Yunani Kuno hanya menghasilkan matematika yang statis sifatnya, tidak mengandung unsur variabel dan fungsi. Demikianlah idea orang Yunani Kuno yang menganggap ideal keindahan visual, hanya dapat menghasilkan matematika yang statis.

Yang ideal bagi seorang Muslim bukanlah keindahan visual, melainkan Yang Tak Terbatas, yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala  dengan sifat-sifatnya yang Maha Sempurna. Pakar-pakar Muslim dituntun oleh akar yang non historis, yakni wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallahu alaihi wasallam, yaitu Al Quran. Dalam Surat. Al Fathihah Allah disebut Rabbul’alamien, Maha Pengatur alam semesta. Dengan demikian alam semesta ini tidak statis, melainkan dinamis. Dan unsur penting dalam dinamika ialah waktu. Jadi menurut pandangan seorang Muslim waktu itu riel, tidak seperti pandangan Zeno dan Plato di atas itu. Bahkan dalam Al Quran ada sebuah surah yang bernama Surat. Al ‘Ashr. Surah ini dibuka dengan kalimah wa-l’Ashri, yang artinya perhatikanlah waktu.

Masuknya faktor waktu dalam matematika, mengubah wajah matematika itu menjadi baru sama sekali. Ilmu hitung diperkembang menjadi aljabar. Unsur ilmu hitung yang statis yaitu bilangan, diperkaya dengan unsur yang dinamis yaitu variabel dan fungsi. Dalam matematika ada dua cara dalam menyatakan fungsi. Pertama yang langsung y(x), yang kedua melalui parameter waktu x(t), y(t), yang ditampilkan oleh Al Biruni (793 - 1048). Umar Khayyam menciptakan pula sejenis matematika yang disebutnya dengan al khiyam, sayang ilmu itu tidak berkembang hingga dewasa ini.

Kesimpulannya dapatlah kita lihat pakar Yunani Kuno tidak mampu mengembangkan matematika untuk dapat dipakai sebagai disiplin ilmu dalam hal menunjang metode ujicoba dalam sains.

Para pakar Muslim Kuno telah berhasil memperkembang matematika, sehingga dapatlah matematika itu dijadikan disiplin ilmu yang dapat menunjang metode ujicoba dalam sains, sehingga sains dapat mencapai wujudnya yang sekarang ini, yaitu observasi, penafsiran observasi yang menghasilkan teori yang spekulatif kemudian dengan unsur ujicoba yang menyaring teori yang spekulatif itu sehingga tidak spekulatif lagi. WaLlahu a’lamu bisshawab[zilzaal.blogspot]