Jumat, 01 Juni 2012

KISI-KISI UKK KIMIA KELAS XI IPA

SK NO.

KOMPETENSI YANG DIUJIKAN

MATERI
URAIAN MATERI
INDIKATOR
BENTUK SOAL
NOMOR SOAL
1.




Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan

Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit dari hasil titrasi asam basa

Menggunakan kurva perubahan harga pH pada titrasi asam basa untuk menjelaskan larutan penyangga dan hidrolisis





















Mendeskripsikan sifat larutan penyangga dan peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup



















Menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air dan pH larutan garam tersebut

























Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip  kelarutan dan hasil kali kelarutan
Asam Basa
































Larutan Penyangga





















Hidrolisis Garam


























Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan
Menurut Arrhenius : asam adalah zat yang dapat melepas ion H+ dalam air, sedangkan basa adalah zat yang dapat melepas ion OH- dalam air
Menurut Bronsted – Lowry : asam adalah donor proton, sedangkan basa adalah akseptor proton. Selanjutnya zat yang telah kehilangan proton disebut basa konjugasi, zat yang telah menerima proton disebut asam konjugasi.
Rumus pengenceran :
M1 . V1 = M2 . V2
V2 = V1 + Vair
Perhitungan pH asam basa kuat :
[H+] =  a . Ma
[OH-] = b . Mb
a = valensi asam
Ma = konsentrasi asam
b = valensi basa
Mb = konsentrasi basa
pH = - log [H+]
pOH = - log [OH-]
pH + pOH = 14
Perhitungan asam basa lemah :
[H+] =
[OH-] =
Ka = tetapan ionisasi asam
Kb = tetapan ionisasi basa
pH = - log [H+]
pH = 14 – pOH
Indikator asam basa adalah zat yang dapat berubah warna pada pH tertentu.
Asam dan basa saling menetralkan,
Rumus titrasi :
Na . Va = Nb . Vb
Ma . a . Va = Mb . b . Vb
Kriteria/syarat air bersih adalah pH netral, kadar DO tinggi, BOD dan COD rendah.

 Larutan penyangga/buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan harga pH dengan penambahan sedikit asam kuat, basa kuat, dan pengenceran.
Komponen penyangga asam adalah asam lemah dengan garam yang mengandung konjugasinya, komponen penyangga basa adalah basa lemah dengan garam yang mengandung konjugasinya.
Larutan penyangga dapat dibuat dengan mencampurkan asam lemah dan basa kuat atau basa lemah dengan asam kuat, tapi jumlah mol yang kuat harus lebih sedikit sehingga di akhir reaksi yang tersisa adalah yang lemah dan terbentuk garam yang mengandung sisa anion/kation lemah.
Perhitungan pH larutan penyangga asam :
[H+] = Ka .
a = mol asam lemah
b = mol basa konjugasi
[OH-] = Kb .
b = mol basa lemah
a = mol asam konjugasi
pH = - log [H+]
pH = 14 – pOH
Komponen penyangga dalam  cairan intrasel adalah H2PO4- dan HPO4-2 sedangkan dalam darah adalah H2CO3 dan HCO3-

Hidrolisis garam adalah reaksi garam dengan molekul air. Garam yang berasal dari kation atau anion asam basa lemah yang terhidrolisis, sedangkan kation anion dari asam basa kuat yang akan membawa sifat pada larutan garam yang terjadi.
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis, larutannya bersifat netral.
NaCl + H2O → Na+ + Cl- + H+ + OH-
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah, terhidrolisis sebagian, larutannya bersifat asam.
NH4Cl + H2O → NH4OH + Cl- + H+
Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat, terhidrolisis sebagian, larutannya bersifat basa.
CH3COONa + H2O → CH3COOH + Na+ + OH-
Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah, terhidrolisis sempurna, larutannya bersifat relative, bergantung harga Ka dan Kb.
CH3COONH4 + H2O → CH3COOH + NH4OH

Perhitungan pH larutan garam :
Larutan garam bersifat asam :
[H+] =
pH = - log [H+]
Larutan garam bersifat basa :
[OH-] =  
pOH = - log [OH-]
Larutan garam yang bersifat relative :
[H+] =
Kw = tetapan kesetimbangan air = 10-14 dalam suhu kamar.
x = banyaknya kation/anion yang terhidrolisis

Kelarutan adalah banyaknya massa zat maksimum yang dapat larut dalam larutannya, terjadi pada larutan jenuh.
S =  .
Pada larutan jenuh :
AxBy ↔ x A+y + y B-x
Ksp = [A+y]x . [B-x]y
Ksp = xx . yy . sx+y

Penambahan ion senama akan memperkecil kelarutan, memungkinkan terjadinya pengendapan.
Pada pencampuran larutan elektrolit yang sukar larut :
Qc < Ksp : larutan belum jenuh
Qc = Ksp : larutan tepat jenuh
Qc > Ksp : larutan lewat jenuh, terjadi pengendapan

Menentukan spesi yang bertindak sebagai asam – basa konjugasi pada suatu persamaan reaksi ion

Menentukan harga Ka pada suatu asam lemah berdasarkan data persamaan warna indikator pada asam kuat yang diketahui pHnya.

Menentukan pH larutan asam yang mengalami pengenceran.

Menentukan pH larutan berdasarkan data trayek perubahan warna indikator

Menentukan sifat larutan pada bahan-bahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Menentukan kriteria/syarat air bersih.

Menentukan konsentrasi asam berdasarkan data titrasi asam basa

Menentukan massa dalam larutanbasa berdasarkan harga pH









Menentukan campuran yang dapat membentuk larutan penyangga

Menentukan larutan yang bersifat penyangga

Menentukan pH larutan penyangga.

Menentukan komponen campuran penyangga dalam darahdan cairan intrasel.












Menentukan garam yang dapat terhidrolisis beserta uji lakmus pada sifat larutannya.

Menentukan garam yang terhidrolisis dan dapat membirukan kertas lakmus.

Menentukan garam yang dapat terhidrolisis total dalam air.

Menentukan massa garam pada larutan garam yang diketahui harga pHnya.

Menentukan campuran asam basa yang dapat membentuk garam yang bersifat basa.

Menentukan persamaan reaksi hidrolisis garam









Menentukan rumusan hasil kali kelarutan dari suatu garam

Menentukan harga Ksp berdasarkan harga pH suatu larutan basa yang sukar larut dalam air.

Menentukan rumusan harga Ksp berdasarkan kelarutan garam.

Menentukan kelarutan garam yang terbesar dalam beberapa jenis larutan.

Menentukan garam yang mengalami pengendapan awal pada penambahan garam lain.

Menentukan terjadinya peengendapan dengan perhitungan pada pencampuran elektrolit dengan konsentrasi dan volume tertentu.

A



A



A

A



A


A


A


B









A


A


A

A
 B













A



A


A


A



A


B










A


A



A


A


A



B






1



2



3

4



5


6


7


31









8


9


10

11
32













12



13


14


15



16


33










17


18



19


20


21



34
2.
Membuat berbagai sistem koloid dengan bahan-bahan yang ada di sekitarnya


Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Koloid
Koloid adalah salah satu jenis campuran yang terdiri dari fase terdispersi dan medium pendispersi, ukuran partikel antara larutan dan suspense kasar, terdiri dari 2 fase, heterogen, pada umumnya stabil, tidak dapat disaring kecuali dengan penyaring ultra.
Ada 8 jenis koloid :
1.     Aerosol cair : cair dalam gas
Contoh : awan, kabut, hairspray
2.     Aerosol padat : padat dalam gas
Contoh : asap, udara berdebu
3.     Emulsi cair : cair dalam cair
Contoh : susu, santan
4.     Emulsi padat : cair dalam  padat
Contoh : mutiara, keju, mentega
5.     Sol cair : padat dalam cair
Contoh : cat, tinta
6.     Sol padat : padat dalam padat
Contoh : sol  logam, kaca berwarna
7.     Buih cair : gas dalam cair
Contoh : buih sabun
8.     Buih padat : gas dalam padat
Contoh : batu apung, biscuit bayi.

Sifat koloid :
1.      Efek Tyndall : penghamburan cahaya oleh partikel koloid
Contoh : awan terlihat di siang hari, sorot lampu mobil pada malam berkabut
2.      Gerak Brown :gerak acak partikel koloid akibat tumbukan antara partikel koloid dengan medium pendispersinya
3.      Adsorpsi : proses penyerapan pada permukaan partikel koloid yang menyebabkan koloid bermuatan.
Contoh : pemutihan gula tebu, penjernihan air dengan tawas, penggunaan obat norit.
4.      Koagulasi : penggumpalan partikel koloid sehingga partikel koloid mengendap, yang disebabkan oleh pengaruh mekanis: pemanasan, pengadukan, dan penambahan elektrolit dan perubahan pH secara ekstrim.
Contoh : pembentukan delta di muara sungai, pemanasan putih telur
5.      Dialisis : proses menghilangkan kelebihan elektrolit pada koloid.
Contoh : proses cuci darah
6.      Elektroforesis : pergerakan partikel koloid pada elektroda yang bermuatan.
Contoh : pemisahan koloid bermuatan pada elektrolisis
7.      Koloid pelindung : koloid yang melindungi koloid lain agar tetap stabil.
Contoh : kasein pada susu, gelatin pada es krim, emulgator
8.      Koloid liofil : koloid yang “suka” pada pelarutnya, contoh : lem kanji, agar-agar, sabun.
Koloid liofob : koloid yang “tidak suka” pada pelarutnya, contoh : sol logam, sol belerang

Pembuatan koloid :
1.      Kondensasi : pembuatan koloid dengan memperbesar partikel larutan sejati, meliputi : reaksi redoks, reaksi hidrolisis, penggantian pelarut, dan dekomposisi rangkap.
2.      Dispersi : pembuatan koloid dengan memecah partikel suspense kasar, meliputi : cara mekanik, peptisasi, homogenisasi, dan busur bredig.
Menentukan dispersi yang terdapat di dalam air sungai berdasarkan data penyaringan dan penghamburan cahaya.

Menentukan yang bukan merupakan sifat koloid dari beberapa sifat campuran.

Menentukan penyebab terjadinya muatan pada partikel koloid

Menentukan beberapa contoh zat yang tergolong koloid liofil.

Menentukan koloid yang termasuk sistem aerosol

Menentukan jenis koloid pada biscuit bayi.

Menentukan peranan air sabun dalam pencampuran air dan minyak

Menentukan senyawa yang dapat mengkoagulasikan koloid Fe(OH)3

Menentukan proses pembuatan koloid dengan cara kondensasi dari beberapa cara pembuatan koloid

Mendefinisikan sifat koagulasi dan adsorpsi pada sistem koloid beserta contohnya.
A




A


A

A


A


A


A


A




A


B


22




23


24

25


26


27


28


29




30


35

Tidak ada komentar:

Posting Komentar