Minggu, 02 Februari 2014

NASEHAT 2

waktu itu tetap berjalan apapun yang kita lakukan | maka fokuslah pada kelebihan bukan kekurangan

tidak menyukai pendapat orang lain itu wajar | bila anda rasa punya pendapat yang lebih baik | tunjukkan saja dan tak perlu mencela

hidup itu sederhana dan tidak rumit | suka pendapat orang silakan ikuti | tidak suka silakan cari yang disukai | atau buat jalan sendiri

terlalu banyak mengkritik hal yang tidak kita sukai membuat orang bingung | karena kita tak pernah menjelaskan apa yang sebenarnya kita mau

akhirnya kita hanya dikenal sebagai pengkritik, itu saja | sementara yang dikritik sudah kemana-mana, dia didepan

asal tahu saja, para pengkritik tak pernah berada didepan | karena mereka selalu melihat punggung, iya punggung

merasa dirimu lebih baik? tunjukkanlah dengan karya | merasa dirimu lebih hebat? tunjukkan kerja nyata

tak perlu mencela garis yang bengkok atau memberikan penjelasan berlebihan | gambarlah satu garis lurus dan manusia akan melihat

tak perlu khawatir akan celaan selagi kita bekerja lebih banyak | tak perlu takut akan hinaan selama karena Allah kita berjuang

dan mencela orang yang lebih baik dan lebih banyak karyanya | hanya membuatmu terlihat tidak terpelajar dan tidak bijak

kita meyakini bahwa Allah itu nyata dan janjinya itu pasti | maka selama hukum Allah yang kita perjuangkan maka kemenangan adalah akhirnya

bila kita mau berhenti mencela | saat itulah kita mulai berkarya

bila kita mau berhenti mencaci | kala itulah kita memulai prestasi

namun tentu semua ini takkan terlalu berarti | bagi orang yang menganggap bahwa mencela itu karya dan mencaci itu prestasi

[copaz dr status Felix Siuw]

NASEHAT

rezeki Allah tidak selalu harus dalam bentuk harta | ternyata teman-teman setia bisa jadi lebih berharga

orang yang berilmu itu tak perlu pengakuan | sama seperti orang kaya tak perlu pengakuan

mengutip dari @JayaYEA yang ngutip juga dari Kiyosaki | "bisnis itu hanya untuk orang yang suka menolong orang lain"

beda dengan bisnis yang hanya di kepalanya "duit, duit, duit" | nggak akan long lasting, dan nggak menenangkan

kutip nasihat @JamilAzzaini pada kawannya | "tega-teganya kamu punya tabungan untuk S2 anakmu sementara diluar sana orang nangis kelaparan"

padahal S2 anak itu harusnya bukan dibiayai bapaknya, harusnya urusan anaknya sendiri | banyak ortu sangka sayang padahal menjerumuskan

ketemu orang-orang yang banyak ilmu memang enak | sindirannya itu nasihat dan ngobrol juga jadi nasihat | semua agar jadi lebih baik

ketemu orang-orang berilmu itu memang enak | kita jadi terpacu berkarya yang lebih lagi | malu sama kontribusi mereka

kemarin malem juga kedatangan tamu @PejuangSubuh | berapi-api ceritain rencana penerbitan bukunya | diajarin senam yoga lagi saya..

juga diceritain rencana program baru @PejuangSubuh pake poin dalam subuhan | seru.. tunggu deh tanggal mainnya

kesimpulannya? | ketemu orang-orang baik, salih, berilmu itu buat harimu jadi adem, woles, semangat berkarya dan positif

beda dengan ketemu orang yang nggak ngajak pada kebaikan, nggak ngerti agama | kita jadi negatif, penuh kebencian, puyeng, pusing

ketemu orang yang isinya ngeluh, nyela, menjatuhkan orang lain | pasti bakal bikin kepala butek, suram, beban, harimu sendu deh..

jadi kalo selama ini kamu lesu, lemah, loyo, lemes | mungkin temen-temenmu yang salih kurang hehe.. | atau TL-mu penuh "sampah" kata-kata

nggak salah berteman dengan siapa saja | tapi jangan heran bila kamu juga nggak jadi siapa-siapa

tapi berteman dan mengambil pelajaran dengan hanya yang salih | insyaAllah akan membuatmu cepat atau lambat ikut salih, percaya? jajal deh..

[copaz dari satus Felix Y Siuw]

Senin, 08 Juli 2013

Neil Amstrong Meninggal, Pendaratan Manusia Di Bulan Menjadi Misteri. Ternyata Pendaratan Neil Amstrong Hanya Kebohongan Amerika?


Neil Amstrong Meninggal, Pendaratan Manusia Di Bulan Menjadi Misteri. Ternyata Pendaratan Neil Amstrong Hanya Kebohongan Amerika?

Pada tahun 1974, seseorang bernama Bill Kaysing menerbitkan sebuah buku berjudul We Never Went to the Moon : America’s Thirty Billion Dollar Swindle. Isinya mengatakan bahwa Amerika telah memalsukan pendaratan di bulan. Hasil investigasinya didasarkan pada kejanggalan yang ada pada rekaman dan foto-foto yang dirilis oleh NASA.
Sejak itu, teori konspirasi pendaratan bulan lahir. Beberapa buku ditulis setelah buku Kaysing, mengusulkan ide yang sama. Bagaimana penjelasannya?
Astronot Amerika Serikat Neil Amstrong hari Sabtu (25/8/2012) meninggal dunia pada usia 82 tahun, setelah mengalami komplikasi menyusul operasi bypass jantung yang dijalaninya.
Presiden AS Barack Obama menyebut Amstrong sebagai satu dari pahlawan Amerika paling besar, “yang mengantarkan manusia menuju pencapaian yang tidak akan pernah terlupakan.”
Gelar pahlawan besar itu, sepertinya tidak terlalu berarti bagi Neil Amstrong, yang setelah peristiwa bersejarah “pendaratan manusia pertama di bulan” tidak pernah mau diwawancarai ataupun menandatangani memorabilia terkait misi yang dijalaninya itu.
Amstrong beralasan, dia tidak ingin menjadi “kenangan hidup,” lansir Euronews (26/8/2012).
Sebelum menjadi orang pertama yang mendarat di bulan bersama rekannya Buzz Aldrin dan Michael Collins, Amstrong berkarir di angkatan laut AS dalam Perang Korea dan menjadi pilot uji untuk militer AS.
Amstrong dikenal dengan kata-katanya saat mendarat di bulan, “One small step for man, one giant leap for mankind.”
Kontroversi
Di balik kesuksesan pendaratan manusia pertama di bulan dengan Apollo 11 itu, terdapat kejanggalan-kejanggalan yang membuat sebagian orang, termasuk warga Amerika sendiri, meragukan kebenaran pendaratan di bulan oleh 3 astronot Amerika tersebut.
Banyak orang yakin, klaim Amerika sebagai negara pertama yang berhasil mendaratkan manusia ke bulan merupakan bualan politik, untuk menandingi Rusia yang sebelumnya lebih dulu berhasil mengorbitkan pesawat luar angkasanya. Gedung Putih, yang ketika itu dipimpim Presiden Richard Nixon, bernafsu untuk mengungguli Rusia, musuhnya dalam Perang Dingin.
Bayangan dari obyek-obyek yang terekam dalam gambar dokumentasi pendaratan di bulan itu juga menimbulkan pertanyaan.
Dari arah jatuh bayangan dan intensitas cahaya sinar yang terlihat, menurut sejumlah pakar tidak mungkin gambar itu diambil dari permukaan bulan yang gelap gulita. Sejumlah kalangan yakin, gambar tersebut diambil di suatu tempat yang dirancang sedemikian rupa menyerupai permukaan bulan, dan pengambilan gambar mendapatkan bantuan cahaya lampu-lampu sorot. Modul ruang angkasa mungil yang dinaiki Amstrong dan Aldrin, sangat tidak mungkin mengangkut perlengkapan tata cahaya yang banyak dan membutuhkan energi listrik besar. Terlebih, bias cahaya itu sudah terlihat saat Amstrong turun pertama kali menjejakkan kakinya di bulan.
Di dekat modul ruang angkasa itu, terlihat pula jejak berupa garis, yang berbeda dengan keadaan tanah bulan di sekitarnya. Garis itu terlihat seperti bekas jejak kendaraan. Jika benar Amstrong adalah orang pertama yang mendarat di bulan, maka jejak garis itu tidak akan ada di sana sebelumnya.
Gerakan bendera Amerika Serikat yang ditancapkan juga menimbulkan kecurigaan tersendiri. Bendera itu terlihat bergerak seperti terkena tiupan angin, padahal di bulan hampa udara dan tidak ada gravitasi, yang menjadi salah satu faktor terbentuknya hembusan angin.
Salah satu foto terkenal tentang misi pendaratan manusia pertama di bulan adalah ketika Neil Amstrong terlihat sedang turun menjajaki tangga modul ruang angkasa yang diawakinya. Jika orang yang sedang turun itu adalah Amstrong, maka berarti orang yang mengambil gambar tersebut adalah Buzz Aldrin. Jika demikian kenyataannya, maka logikanya, orang pertama yang menjejakkan kakinya di bulan pada 20 Juli 1969 adalah Buzz Aldrin, bukan Neil Amstrong.
Ucapan Amstrong yang terkenal itu juga menimbulkan pertanyaan sederhana tetapi mendasar.
Secara gramatikal, ucapan“One small step for man”, kehilangan kata ‘a’ di antara kata ‘for’ dan ‘man’.Sebagian orang percaya, jika kata-kata itu diucapkan secara spontan oleh Neil Amstrong, seorang warga Amerika yang sehari-hari berbahasa Inggris dan memiliki kecerdasan tinggi, maka kecil sekali kesalahan itu akan dilakukan. Kecuali, jika Amstrong diskenariokan untuk mengucapkan kalimat itu, namun karena terlupa narasi atau salah baca, maka ia melakukan kesalahan kecil tersebut.
Peristiwa “besar” dalam sejarah manusia itu pun tidak memiliki dokumentasi yang banyak setara dengan kehebatan prestasi yang dicetaknya, sebab sampai saat ini Amstrong, Aldrin dan Collins tidak banyak bicara tentang misi pendaratan pertama mereka di bulan.
Bukti palsu
Pemalsuan bukti ilmiah bukan hal yang tidak pernah dilakukan dalam dunia ilmu pengetahuan. Di bidang teori evolusi, beberapa kali para pakar memalsukan bukti fosil yang ditemukannya. Dua kasus yang terkenal adalah fosil burung dinosaurus dan tengkorak ‘Piltdown Man’.
Tahun 1999, majalah terkemuka National Geographic memuat gambar tulang-belulang kerangka dinosaurus dari jenis unggas yang diklaim ditemukan para pakar di China. Pemalsuan itu dilakukan oleh para ilmuwan evolusi, dibantu National Geographic sebagai media, untuk mengisi kekosongan rangkaian tahapan evolusi mahluk hidup sekaligus mengukuhkan Teori Evolusi Darwin.
Jauh sebelum itu para penganut Darwinisme juga pernah memalsukan temuan tengkorak manusia purba yang diberi nama ‘Piltdown Man’. Penemuan tengkorak itu diumumkan pada tahun 1911-1912. Namun, kemudian terungkap kebohongannya pada tahun 1953. Bristish Natural History Museum menegaskan bahwa kerangka ‘Piltdown Man’ –yang disebut sebagai kerangka orang Inggris purba– terdiri dari kombinasi tengkorak manusia dan rahang primata dari jenis orangutan.*
By: AULIA MUSA
sumber : http://astrofiska.wordpress.com